Lihat tokomu lebih terang.

Partner untuk membaca market, produk, dan iklan Shopee. Putuskan dari data, bukan feeling.

Strategi Tepat, Orderan Berlipat.Vision → Insight → Strategy → Action → Result.

Arti di balik nama VISIONUR

VISION
Kemampuan melihat arah, peluang, masalah, perubahan, dan kemungkinan.
NUR
Cahaya, penerangan: melihat sesuatu jadi lebih terang dan jelas.

VISIONUR membantu seller "melihat" bisnisnya dengan lebih terang sebelum mengambil keputusan.

Jadi VISIONUR bukan sekadar soal "jualan lebih banyak", tapi soal melihat, memahami, menentukan arah, bertindak, lalu menghasilkan.

  1. VISION

    Melihat kondisi dan konteks bisnis dengan jelas.

  2. INSIGHT

    Menemukan apa yang sebenarnya terjadi dari data dan informasi.

  3. STRATEGY

    Menentukan strategi berdasarkan hasil diagnosis.

  4. ACTION

    Menerjemahkan strategi menjadi tindakan nyata.

  5. RESULT

    Mengukur hasil dan melakukan evaluasi.

Wahyu Nur Iman, founder VISIONUR, berpose dengan tangan bersilang memakai kaos VISIONUR
Wahyu Nur Iman
Founder VISIONUR: Shopee Business & Growth Partner

Berlatar belakang S1 Ilmu Hukum, aku memulai perjalanan di Shopee sejak 2020 secara mandiri dan otodidak. Setelah sempat berhenti untuk menyelesaikan kuliah dan membangun keluarga, aku kembali fokus sejak Februari 2024, membangun operasional toko dari nol di sebuah penerbit buku hingga mengelola beberapa toko aktif.

Dari perjalanan itu, aku semakin banyak belajar bahwa jualan di marketplace bukan cuma soal mencari produk lalu memasang iklan. Ada market yang perlu dibaca, data yang perlu dipahami, dan keputusan yang perlu diuji.

VISIONUR lahir dari pengalaman tersebut. Bukan untuk menjadi tempat menggurui seller, tapi sebagai ruang berbagi cara berpikir, membaca data, menemukan peluang, dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik angka.

Cara aku melihat bisnis
  • Market dulu, produk kemudian. Keputusan produk berangkat dari membaca market, bukan sebaliknya.
  • Data sebelum asumsi. Data bukan untuk mencari kepastian 100%, tapi membantu mengurangi tebak-tebakan sebelum mengambil keputusan.
  • Profit yang sehat. Bukan sekadar mengejar omset, tapi melihat apakah pertumbuhan yang didapat memang punya ruang untuk bertahan.
  • Testing sebelum menyimpulkan. Tidak semua masalah harus langsung dijawab dengan perubahan besar. Kadang kita perlu memberi kesempatan, membaca respons, lalu memperbaiki dari data.

Pencapaian dalam angka

Hasil nyata dari toko-toko yang aku kelola.

  • 5toko dikelola
  • Rp2-3MGMV gabungan 5 toko di titik puncak per bulan
  • Rp300jtpenjualan per bulan dari tim yang kubimbing

GMV di atas adalah total nilai penjualan toko-toko yang aku handel.

Dashboard penjualan gabungan lima toko: dana penjualan Rp151.839.143 dan 1.929 pesanan dalam satu hari, dengan grafik tren per jam dan tujuh hari terakhir. Nama toko disamarkan. Shopee Seller Centre Toko 1: penjualan hari ini Rp92.990.355. Nama toko dan produk disamarkan. Shopee Seller Centre Toko 2: penjualan hari ini Rp50.078.861. Nama toko dan produk disamarkan. Shopee Seller Centre Toko 3: penjualan hari ini Rp28.379.888. Nama toko dan produk disamarkan.

Coba cara aku membaca toko

Dua alat berpikir yang paling sering kupakai. Angka awal hanya contoh, silakan ganti dengan angkamu.

ROAS tinggi belum tentu untung

ROAS yang terlihat bagus di dashboard iklan belum memperhitungkan HPP, fee, biaya pesanan, dan PPN 11%. Hitung dulu batas aman ROAS-mu.

Ini versi ringkas dari ROAS Command, tool yang kubuat sendiri dari masalah berulang di toko.

Versi lengkap di Lynk.id
Beda tiap sub-kategori
Margin kotor
-
Break-even ROAS
-
Profit kotor per order
-
Profit setelah iklan per order
-

Yang kuperiksa dari sebuah toko

Semakin lama mengelola toko, semakin jarang aku melihat masalah dari satu angka. Pilih satu tahap untuk melihat pertanyaannya.

Dari toko kosong, sampai hari ini

Perjalanan nyata membangun bisnis di marketplace, dari percobaan mandiri tahun 2020 sampai mengelola beberapa toko dengan sistem yang berjalan tanpa bergantung satu orang.

Ringkasan ditulis dari pengalaman nyata membangun toko sejak 2020, bukan ilustrasi.

2020  Marketplace

Awal mula & skala organik

Memulai langkah pertama berjualan produk digital secara mandiri, mencapai GMV jutaan rupiah murni organik. Sempat divakumkan untuk fokus menuntaskan S1 Ilmu Hukum dan membangun keluarga.
Februari 2024  Penerbit buku

Membangun basis dari nol

Kembali penuh ke ekosistem e-commerce, membangun operasional toko murni dari nol: dimulai dari 2 toko hingga berekspansi memegang kendali penuh atas 5 toko berbeda.
2toko awal
5toko dikelola aktif
Sistem & kepemimpinan

Dari one-man show ke sistem yang solid

Merumuskan KPI dan SOP untuk tim: sistem balas chat, pemrosesan pesanan, follow-up kendala/pembatalan, strategi memenangkan banding retur dan investigasi, hingga membangun alur affiliate dan mengelola jaringan affiliator secara aktif.
Fase ekspansi  Shopee Mall

Pendirian dua Shopee Mall

Melewati berbagai dinamika dan siklus bisnis, dari titik terendah hingga puncak penjualan, hingga sukses membangun dua Shopee Mall.
2Shopee Mall dibangun
Skala masif

Spesialisasi kategori, GMV miliaran

Menerapkan spesialisasi kategori (Buku Anak, Al-Qur'an, dan Buku Agama) hingga mencatatkan GMV miliaran per bulan, dengan total akumulasi omset puluhan miliar rupiah, tetap berpatokan pada prinsip profit-oriented, bukan sekadar mengejar omset semu. Ditopang forecasting yang akurat dan solusi data-driven saat menghadapi krisis seperti penalti Star+ atau badai kompetitor.
MiliaranGMV per bulan
Pengembangan tim

Membimbing tim hingga mandiri

Membimbing tim internal dari nol hingga mampu mencetak penjualan Rp300 juta per bulan, serta memberdayakan peserta magang yayasan mitra hingga menciptakan sumber pemasukan mandiri untuk pondok mereka. Di sepanjang perjalanan ini juga aktif mengikuti workshop bersama beberapa mentor Shopee, di antaranya Mahdi, Dady Lim, dan Om Botak, untuk terus mempertajam cara membaca data dan menyusun strategi periklanan.
300Rp juta penjualan tim/bulan
Sekarang

AI, otomasi, dan VISIONUR

Mengeksekusi operasional end-to-end lewat ekosistem omnichannel, dengan ketertarikan besar pada AI dan otomasi, diwujudkan lewat kalkulator ROAS kustom yang dipakai tim internal hingga reseller eksternal. VISIONUR lahir untuk membagikan cara berpikir ini lebih luas.

Tools di balik toko dan konten

Dari operasional beberapa toko sampai marketing kit, ini yang kupakai sehari-hari.

Riset dan data

Membaca market dan performa toko sebelum menyentuh iklan.

  • TokpeeRiset produk: mencari produk laris, membaca tren, dan melihat performa kompetitor.
  • Data PintarData dan riset produk marketplace untuk mendukung keputusan produk dan iklan.
  • AsistenSellerMemantau performa toko dan menyiapkan data untuk evaluasi harian.

Marketing kit

Dari ide sampai materi jadi untuk konten dan iklan.

  • ChatGPTMenulis naskah, judul, dan variasi caption.
  • GeminiRiset cepat dan variasi ide konten.
  • ClaudeTeman berpikir: mengolah ide, membaca konteks, dan menyusun analisis.
  • CanvaMendesain gambar produk, banner, dan konten sosial media.
  • CapCutMengedit video pendek untuk konten dan iklan.

Operasional toko

Order, stok, dan chat pelanggan dari banyak toko, dikerjakan dari satu tempat.

  • BigSellerMengelola order, stok, dan listing lintas toko dari satu dasbor, supaya tetap rapi saat toko dan SKU bertambah.
  • DuokeMenyatukan chat pembeli dari beberapa toko dalam satu kotak masuk, dengan balasan cepat dan otomatis.